Senin, 04 November 2013

:)

suatu ketika saya dihadapkan pada ketidakberdayaan, dimana saya harus benar-benar mengikhlaskan lelaki yang telah saya jatuhi rasa begitu banyaknya. lelaki yang telah membuat saya jatuh hati, entah dilihat dari mana. tak perlu membutuhkan waktu lama untuk membuat saya jatuh hati kepadanya; yang jelas-jelas mampu menenangkan hati saya, cukup duduk disampingnya dan bercengkrama tentang hal-hal yang bisa menjadi kesehariannya yang berubah menjadi titik terfavorite saya untuk meng’iya’kan apapun dari setiap tutur katanya. dari segala keikhlasan, berat untuk merelakan. dari segala ketakutan, saya enggan untuk kehilangan.

------

jika aku putih, kamu memilih hitam menjadi dominan untuk beberapa waktu, atau mungkin tak terhitung berapa lama. jika aku mencintai senja, kau lebih mencintai malam. lalu kau memaksa aku untuk lebih mencintai malam. akupun menjadi seperti kamu. aku begitu mencintai malamku, karna kamu. ya! ada banyak alasan mengapa aku mencintai apa yg paling aku benci di dalam hidupmu. kita berbeda, tapi kau masih saja membuatku seakan sama denganmu. lalu pelan-pelan aku mulai merasai apa yg ada di diri kamu. kamu tau, aku lebih mencintai senja, amat sangat mencintai senja. kau tak pernah memaksaku membenci senjaku. lalu kau mulai mengikutiku untuk mulai mencintai senja, kau melakukan hal yang sama seperti aku; mencintai apa yang paling kau benci di dalam hidupmu. lalu kita merasai hal yang sama lagi. ya! kita seakan sama, tanpa sekat lagi. kita satu, bukan hanya aku dan kamu. melainkan kita. ya! aku mencintai kamu, segala hal yang ku benci menjadi kucintai dan itu kamu.

Minggu, 13 Oktober 2013

My October...

Dari Oktober hingga Oktober, dari kecewa hingga bahagia, dari sendiri lalu mempunyai rasa saling menyayangi, dari mata lalu turun ke hati. Oktober hingga Oktober lagi, selalu ada hal-hal baru atau mungkin aku harus kuulang, kecewa dan dikecewakan semua sudah kurasai. Untuk Oktober kepada Oktober.. aku kembali, menua sedangkan hati masih terus mencari, berjalan perlahan demi mendewasakan diri dari segala suka duka aku menyuarakan hati. Jatah umur semakin berkurang, sedangkan wajibku kepada sang pemilik hidup belum mampu terpenuhi, bahagia kepada bunda masih terasa kurang kuberi. Bahagia untuk ayah, masih belum juga terealisasi. Namun untuk kesekian harapan, semoga semesta mengamini.
Terimakasih Tuhan, 20tahun tercapai dengan segala suka duka lalu kembali seperti semula; kesederhanaan, semoga akan terus seperti ini 
Allahuma amin.

I'm Learn.

Katamu, hidup adalah belajar. Belajar untuk berucap, mendengar, melihat lalu mengerti hingga paham. Hanya dengan satu kata untuk terus belajar. Aku belajar mencintaimu hingga akhirnya aku mengerti lalu merasai. Tidak cukup sampai disitu, aku lebih dari sekedar itu. Apa yg semua kau panjat, turut kuamini, lalu kuulang dalam setiap peribadatanku. Ini mengalir perlahan, dari sini, dari hati menyuara melewati partikel-partikel udara menuju kepada Tuhan. Aku tak berharap lebih, cukup didengar agar Dia tahu apa yg kau harapkan pada semesta. Aku menyamaimu, berusaha belajar satu demi satu, hingga aku paham bahwa Tuhan memang Maha Segala. Kau berbalik mengamini harapan yg kupanjatkan, hingga akhirnya kita berdua duduk lalu bersenda gurau. dan baru kusadari, kau sedang belajar apapun dari apa yg ku ucap, segala hal spontan yg terpapar dan tersirat, kau selalu mencatat. Meski tanpa pena, kau catat dalam imagine. Karna memang kau pandai dalam hal berimajinasi. Sempat kuberi satu kata, lalu kau buat frasa singkat, sederhana namun penuh makna. dan aku selalu mengagumi itu.
Aku kikuk, tak tau lagi harus bagaimana. Sedangkan kamu? Masih saja menjadi titik terfavorite untukku. Dan aku? Masih belajar kepada kamu.

Rabu, 21 Agustus 2013

Gravitasi.

semakin lama, semakin terasa bahwa kau cinta. semakin lama, semakin jatuh cinta hingga kau enggan terbangun. semakin lama semakin ingin memiliki, namun kau tak punya daya lebih untuk mengungkap. semakin lama, semakin kau tertarik. semakin lama, semakin kau menginginkannya. semakin lama, semakin tak punya nyali, semakin lama semakin ragu hingga kau mengurungkan niat.

Mars & Venus

"Jika aku api", "aku jadi air". "bila aku marah", "aku yang mengalah"
bukankah memang harus begitu adanya? bukan hanya aku atau kamu saja, melainkan kita? Hidup berdampingan, satu arah, satu tujuan, satu keseluruhan... urusan perbedaan bukan harus dijadikan masalah. lalu mengapa selalu kau permasalahkan?
terkadang aku berpikir untuk berhenti, ketika egomu makin menjadi sedangkan aku terus yg selalu mengikuti inginmu. serasa tak dihargai namun hati masih ingin mencintai, bertahan? selalu kupertahankan. jika aku harus pergi, hati ini yg selalu menyalahi. hingga aku enggan untuk pergi.
Aku venus dan kamu mars. kita beda dan tak sama tapi saling cinta. - lovender

Selasa, 16 Juli 2013

Dear, you.

Aku masih tidak mengerti, untuk apa aku melakukan hal-hal konyol hingga saat ini, membuat banyak pengorbanan hingga sekeras ini. Masih menyimpan rapi semua rasa, rindu, cinta hingga .. Ah, sudahlah. aku tak ingin menjelaskan lebih rinci. Yang kutau, rasa ini kusimpan begitu rapi, sampai saat ini kau belum juga mengerti, apalagi memahami. Pelan-pelan aku melakukan semua ini, memperhatikanmu diam-diam, selalu tersenyum melihat kelakuan-kelakuan yang kau ciptakan. Lucu, terlihat seru, tentunya masih tanpa aku didekatmu. Tapi aku tidak kecewa, malah aku pikir hal ini terlalu mainstream,tapi ini yang bisa kulakukan. entah sampai kapan? Aku masih belum bisa menunjukkan semua rasaku kepada kamu. Kamu tau, aku seperti ini, dengan keadaanku yang begini. Aku tahu kamu tidak akan bisa menerima. Kamu tau, untuk terlihat agar tidak aneh dihadapanmu, aku selalu mencoba biasa, namun hati tidak pernah bisa diam. Selalu saja membisikan untuk tetap memperhatikan, tentunya kamu. Ini yang menyakitkan, ketika rasa rindu ku mulai menggebu-gebu, makin membelenggu. aku menginginkan kamu. Namun semua yg kurasa tidak akan menggerakkan hati kamu untuk mengerti, dan.. Aku masih saja diam-diam menyimpan segala rasa, aku tak akan membiarkan rasa ini meledak tanpa nalarku, aku tak ingin terlalu agresif, dan yang jelas aku tidak ingin mengecewakan kamu. Sekali lagi kamu, iya. Untuk kamu.

Dear, you.

Aku masih tidak mengerti, untuk apa aku melakukan hal-hal konyol hingga saat ini, membuat banyak pengorbanan hingga sekeras ini. Masih menyimpan rapi semua rasa, rindu, cinta hingga .. Ah, sudahlah. aku tak ingin menjelaskan lebih rinci. Yang kutau, rasa ini kusimpan begitu rapi, sampai saat ini kau belum juga mengerti, apalagi memahami. Pelan-pelan aku melakukan semua ini, memperhatikanmu diam-diam, selalu tersenyum melihat kelakuan-kelakuan yang kau ciptakan. Lucu, terlihat seru, tentunya masih tanpa aku didekatmu. Tapi aku tidak kecewa, malah aku pikir hal ini terlalu mainstream,tapi ini yang bisa kulakukan. entah sampai kapan? Aku masih belum bisa menunjukkan semua rasaku kepada kamu. Kamu tau, aku seperti ini, dengan keadaanku yang begini. Aku tahu kamu tidak akan bisa menerima. Kamu tau, untuk terlihat agar tidak aneh dihadapanmu, aku selalu mencoba biasa, namun hati tidak pernah bisa diam. Selalu saja membisikan untuk tetap memperhatikan, tentunya kamu. Ini yang menyakitkan, ketika rasa rindu ku mulai menggebu-gebu, makin membelenggu. aku menginginkan kamu. Namun semua yg kurasa tidak akan menggerakkan hati kamu untuk mengerti, dan.. Aku masih saja diam-diam menyimpan segala rasa, aku tak akan membiarkan rasa ini meledak tanpa nalarku, aku tak ingin terlalu agresif, dan yang jelas aku tidak ingin mengecewakan kamu. Sekali lagi kamu, iya. Untuk kamu.

Dear, you.

Aku masih tidak mengerti, untuk apa aku melakukan hal-hal konyol hingga saat ini, membuat banyak pengorbanan hingga sekeras ini. Masih menyimpan rapi semua rasa, rindu, cinta hingga .. Ah, sudahlah. aku tak ingin menjelaskan lebih rinci. Yang kutau, rasa ini kusimpan begitu rapi, sampai saat ini kau belum juga mengerti, apalagi memahami. Pelan-pelan aku melakukan semua ini, memperhatikanmu diam-diam, selalu tersenyum melihat kelakuan-kelakuan yang kau ciptakan. Lucu, terlihat seru, tentunya masih tanpa aku didekatmu. Tapi aku tidak kecewa, malah aku pikir hal ini terlalu mainstream,tapi ini yang bisa kulakukan. entah sampai kapan? Aku masih belum bisa menunjukkan semua rasaku kepada kamu. Kamu tau, aku seperti ini, dengan keadaanku yang begini. Aku tahu kamu tidak akan bisa menerima. Kamu tau, untuk terlihat agar tidak aneh dihadapanmu, aku selalu mencoba biasa, namun hati tidak pernah bisa diam. Selalu saja membisikan untuk tetap memperhatikan, tentunya kamu. Ini yang menyakitkan, ketika rasa rindu ku mulai menggebu-gebu, makin membelenggu. aku menginginkan kamu. Namun semua yg kurasa tidak akan menggerakkan hati kamu untuk mengerti, dan.. Aku masih saja diam-diam menyimpan segala rasa, aku tak akan membiarkan rasa ini meledak tanpa nalarku, aku tak ingin terlalu agresif, dan yang jelas aku tidak ingin mengecewakan kamu. Sekali lagi kamu, iya. Untuk kamu.

Rabu, 10 Juli 2013

Terpujilah Kesendirianmu.

Banyak makna dibalik cintaku, tetapi tidak semua mengerti akan hal ini. Cintaku terasa berbahaya tetapi aku membutuhkannya. Seperti peselancar membutuhkan ombak, seperti pendaki membutuhkan tebing, mungkin lebih dari pada itu. Aku seperti menempatkan hati jauh dari kasat mata yang gemar memicing licik, yaitu mereka; yang menganggap remeh rindu yang takkan menyaut ini. Bagaimana harus menyuarakan kerinduan yang setidaknya mampu menggema di dalam kepalamu. Semoga suatu har kau akan mengerti, dan mungkin itu sesaat setelah kau tercengang. Akulah cinta yang tersembunyi, nafaskupun tidak berbunyi, hanya kau simpan didalam sunyi. Demikian apa yang aku tulis, terpujilah kesendirianmu.
Zarry Hendrik

Miris.

Selalu saja ada hal yang membuatku kagum kepada kamu. Hal biasa, dari orang sesederhana kamu. Sesimple itu, mampu membuatku tak waras.
Aku berusaha untuk tidak memikirkanmu, namun nalar ini makin nekat untuk mengingatkan.
Aku pikir aku akan membencimu, masih akan tetap membencimu; jika kamu tidak segera pergi dari hadapanku. Aku hanya.. aku hanya enggan perasaanku ini menjalar, makin hari makin kehati. Apa-apa pakai hati, kuhiraukan logika lalu nalar. ah! Aku benci situasi seperti ini. Kamu masih saja mengagumkan. Dari sekian banyak lelaki menarik disana, aku memilih kamu. Jangan tanya mengapa. Karna memang tidak ada hal yang akan kujadikan alasan mengapa aku bisa tidak waras seperti ini. Hanya karena lelaki sepertimu, Miris.

Kamis, 20 Juni 2013

Semoga tidak kamu lagi.

Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia, bukan karna aku tidak ingin kamu bahagia, melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu. Itu menyakitkan. Seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar. Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk. Supaya aku dapat melihat Tuhan memakaikan kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan. Sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemuliaan buatku bangkit. Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu, mengelilingi tubuhku, dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku. Ada satu hal yang sampai hari ini masih masih membuat aku bangga menjadi aku, yaitu karena aku mampu terima kamu apa adanya. Aku meminta ampun kepada Tuhan, sebab aku pernah berharap kalau suatu saat, ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu, aku ingin tidak lagi menginjak bumi. Sebab hidup terasa bagaikan dinding yang dingin. Aku harus menjadi paku. Kamu yang bagai lukisan dan cinta itu palunya. Memukul aku, memukul aku, dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat. Pada akhirnya, semoga tidak kamu lagi yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas.
Zarry Hendrik

Selasa, 11 Juni 2013

Hiding My Heart~

I wish I could lay down beside you when the day is done...
Ya, lebih dari yang kuingin, aku hanya membutuhkanmu, dalam setiap langkahku, aku membutuhkan kamu untuk setia menemaniku, menggandeng tanganku, menggenggam erat jari-jariku. lalu kamu masih beriringan denganku, Tanpa ada kalimat "aku harus melangkah dahulu, selangkah lebih awal darimu", atau mungkin membiarkanku untuk melangkah sendirian. Aku membenci itu.
And wake up to your face against the morning sun but like everything I've ever known, you'll disappear one day so I'll spend my whole life hiding my heart away...
ketika mata ini terbuka, aku yang beberapa menit yang lalu masih terlelap dalam buaian mimpi, masih menginginkan ciuman selamat pagi darimu... karna kamu adalah elegiku, kamu lebih dari setiap titik-titik semangatku, kamu... Kamu lebih dari segala yang aku mau, Kamu.. Kamu.. dan Hanya kamu. Sudah kuanggap sebagai keberuntunganku. Dari setiap pagi hingga malam menjelang, aku ingin memeluk kamu, tanpa pernah lelah mengucapkan kata rindu, yang mungkin kau anggap sendu, namun aku rindu ini masih saja menyisa meski aku bersama kamu.

Memoriabilia. #2nd

Aku akan menyisakan waktuku untuk memungut memoar tentang kita... Semua tantang kita, tanpa ada satupun yang tersisa, lalu ku tempatkan dalam sebuah wadah, khusus untuk kamu. Aku ingin memungut segalanya yang tercecer kemarin, yang belum sempat terjamah, hingga kini. Segala rasa; suka, duka, yang telah menjadi satu kesatuan. Sudah tidak dapat terpisahkan. Aku ingin menciptakan rasa yang kemarin sempat hilang, pelan-pelan kembali. Dan kini menciptakan rasa lama yang masih kurindukan. Sweetable but it's hurt. Waiting for nothing; tanpa kepastian. semua memoar masih begitu terasa. Sungguh, sulit untuk memecah segala rasa benci lalu menyayang kembali. Aku masih saja merasakan kamu, disetiap hentakan langkahku. Sendirian, tanpa kamu.

Minggu, 09 Juni 2013

Melihat Hujan dari Jendela.

Aku mencintai hujan, tak lebih dari aku mencintai kamu. Sebanding ketika hujan dapat memunculkan pelangi, dan kamu selalu memunculkan tawa yang berlebih dan tak dapat kusangka bagaimana nantinya setelah tawa berlalu. Tak ada yg bisa menebak apa yang akan kau lakukan nanti, setelah kita tertawa lalu diam tanpa sapa dan.... Entahlah... Hampir sepertiga lagu ini menemaniku menanti hujan reda, dan masih belum juga reda setelah beberapa lagu kuputar.. aku tak pernah bosan untuk menikmati hujan bersama lagu sendu, aku menikmati. masih mau menikmati dan belum mau meninggalkan kamarku kali ini... Aku mencintai hujan, lalu aku meluhat hujan dari jendela; aku mencintai kau lebih dari bberapa rasa. mulai dari asam hingga pahit, aku masih saja mencintai kamu. dan hujan selalu menemani aku yang kini telah melepaskan kamu..

I'm Super Child!

Hari ini aku melihat ada seorang anak kecil, dia mendapatkan perhatian yang menurutku berlebihan. Ya, dia memang memiliki kekurangan, dia tak seperti anak-anak lain. Yang memiliki fisik sempurna, mental yang seperti manusia normal lainnya. Tak seharusnya dia diperlakukan seperti itu, karna bisa jadi dia terdiskriminsi dengan perhatian yang berlebihan. Namun anak ini berbeda, dia memang belum merasa jika dirinya berbeda dengan yang lain, dan aku selalu berharap dia akan merasa seperti itu kelak. Karna autis bukan sebutan untuk sebuah anak seperti dia, lihat semangatnya! Masih mau tersenyam lalu menyapaku pagi itu, masih mau menyebutkan namanya yang kebetulan sama dengan namaku; intan! dia tidak mengeluh dengan keadaannya, dia sangat ceria, dia mau bermain lalu bercerita apa yang terjadi dihari kemarin, lalu dia menangis entah karna apa... Dia berteriak, minta untuk pulang, dan teriakannya membuatku tak tega, ingin menagis tapi aku takut jika tangisanku nanti akan membuatnya takut. Aku yang seperti ini selalu mengeluh, masih saja terus mengeluh hingga detik ini. Berusaha untuk membuka mata, hati, aku belajar dari intan, dia memiliki semangat yang seharusnya membuatku semakin semangat lagi. Dia mampu membuktikan bahwa dia tak pantas untuk dijadikan objek setiap kelakuan manusia normal yang melakukan kegiatan yg dia lakukan sehari-hari. Ya, jangan jadikan autis sebagai objek, dia sama seperti kita. Dia manusia, kita manusia. Kita semua sama, Respect - Intan. Intan. :)

A Short Messages. #Day's2

34 jam yang lalu jelas-jelas aku mendapatkan pesan singkat darimu. Tetap masih sama seperti yang dulu, masih mempersingkat setiap font, masih bermakna yang sama. Malam itu kau mengirimkan pesan singkat yang sudah lama tak kudapat darimu. "Selamat malam, selamat tidur ya :) semoga mimpi indah?", lalu kubalas singkat, "aku belum tidur" dan conversation kita berlanjut hingga pukul satu pagi. itupun belum sampai pukul 1, kamu sudah hilang lagi.
Sempat kamu menuliskan tentang perasaanmu sekarang, dan aku masih saja kesulitan untuk menebak apa maksud dari setiap kata-katamu. Kubaca hingga pukul 2 pagi, mata masih berlum terpejam dan berharap satu balasan lagi. Namun nihil, tak ada hingga sekarang.
Ya, kali ini aku merasakan rindu. Sejak sekian lama hilang komunikasi, lalu kau kembali menyampaikan rasa yang mungkin sudah hilang kemarin, namun kini tak ada rasa sungkan untuk datang lagi. Aku tak ingin berharap lebih, Karna aku tak ingin merasakan sakit yang berlebih pula. Aku tak mau hyperbola dalam mengartikan segala diksi dari beberapa pesan singkatmu kemarin, namun harapan? Masih saja menyisa hingga saat ini...

Jumat, 07 Juni 2013

#Day's1. Sepenggal Frasa Menuju Rumah.

Hari ini sebenarnya aku enggan untuk mengingatmu, namun ada saja hal-hal yang mengingatkan ku kepada kamu, dari hal yang secara tidak sengaja kulihat diperjalanan menuju rumah; aku mengingatmu. Dari melihat ada seorang anak laki-laki bersama dengan anak perempuan yang berjalan berdua, saling menggandeng, lalu aku teringat kembali ketika kita selalu menggenggam tangan sepanjang jalan. Kamu tak pernah melepaskan, meskipun kamu sedang berada di tempat ramai, Dan aku merindukan itu... Ketika dilampu merah, aku tak sengaja menembangkan lagu kita, a bittersweet of memories, dan aku mulai merasai kamu; piluku menjelma menjadi rindu. Lalu segera ku hentikan tembangku, berusaha untuk tak mengingat setitikpun tentang kamu. Baru beberapa menit berlalu, aku melewati tempat makan yang biasa kita datangi, yang sudah menjadi tempat favorite kita dan kini? kita tak punya waktu untuk kembali kesana, untuk beberapa lama, aku tak paham itu... yang jelas aku rindu, bagaimana lahapnya kamu memakan makanan favorite kamu, tak pernah fokus dengan segala perkataanku, dan... kamu masih saja sibuk dengan makanan kamu... ah, apa lagi ini? semua hal sederhana saja mampu mengingatkanku kepada kamu. bagaimana jika? ...ahm sudahlah.. beberapa hal yang pahitpun tersa begitu manis ketika aku mengingat tentang kamu, aku masih ridu...

#30hari Suratku kepada Kamu.

ini frasa pertamaku, dimana aku akan menuliskan semua hal yang mengingatkan ku tentang kamu, hinga aku bisa lupa. meskipun perlahan, aku bisa.

Dan kutipan surat dari Rey untuk Ayesha:

Aku tidak pernah mampu mendefinisikan bagaimana sejatinya bahagia itu, ketika aku tidak menemukan setiap waktu yang kugenggam adalah bersamamu.
Aku merasaimu dalam diam, lebih dari satu windu yang semakin membiru ketika aku tahu, kamu ada dalam imaji nalar bagian lain yang bersebrangan dengan setiap pikirku
Aku mencintaimu. Hanya itu. Tidak pernah ada alasan terbaik untuk kita jatuh cinta pada seseorang. Aku pun tidak. -chiffon cake. karin pradita-

Kamu Tahu, Seberapa Nyamannya Aku Ketika Bersama Kamu.

Kamu Tahu, Seberapa Nyamannya Aku Ketika Bersama Kamu. Lebih dari rasa suka apapun, aku enggan untuk pergi dari kamu, aku merasa begitu nyaman ketika berada bersama denganmu. Kamu tahu, aku selalu menceritakan apa saja kepada kamu, mulai hari hal yg tidak penting hingga hal yang membuat kita berdua terdiam lalu tiba-tiba tertawa kembali. Dan aku rindu itu..
Kamu Tahu, Seberapa Nyamannya Aku Ketika Bersama Kamu. Mulai ketika aku menceritakan hal-hal yang membuatmu tanpa celah, hingga hal konyol yang membuatmu terlihat bodoh, namun aku tak mempedulikan itu. Aku masih tetap melihatmu tanpa goresan sedikitpun, ibarat pahatan yang begitu sempurna dari setiap guratan, lalu ku jadikan yang tersayang. Begitu pula dengan engkau.
Kamu Tahu, Seberapa Nyamannya Aku Ketika Bersama Kamu. Ketika kita sedang berdua diam-diam merasai segala hal yang kita rasa dahulu, beberapa tahun silam, masih tetap terngiang di dalam ingatan. Begitu kuat, hingga kini masih tetap terasa bagiku. Entah bagaimana denganmu. Yang jelas, aku masih tetap merasakan kenyamanan itu dulu, yang kini tak akan lagi kembali seperti dulu, dimana aku merasakan nyamannya bahu kamu.

Senin, 03 Juni 2013

Rindu.

Mengapa akhir ini selalu tak tenang? Selalu saja bayangmu ada disetiap kaki ini berpijak; tak bisa untuk jauh dari dirimu slalu saja ada bayangmu disetiap nafas ini berhembus
Biarlah aku merasakan rasa rindu tuk berjumpa denganmu meski tak bisa ku genggam tanganmu. Itu semua takkan mengubah rasa cintaku...
Sering kuucapkan rindu tak pernah ada jawaban sampai matipun aku tetap merindu, jika kau tanya mengapa rinduku setengah mati karena bahagiaku hanya denganmu...
"Meltic-Rindu"

Trouble.

Ini bukan kesekian kalinya aku menjadi seperti ini, benar-benar tak mau untuk diganggu lalu memilih sendiri, atau lebih tepatnya menjauh dari realita. Aku hanya bosan, untuk beberapa saat. Aku acuh, namun banyak sekali yang mempedulikan. Aku peduli, malah aku yang diacuhkan.

Jumat, 31 Mei 2013

Hug.

Aku merasa lebih nyaman ketika tanganmu memelukku, erat, tanpa banyak kata. KAu tak meninggalkan pelukmu, masih tetap hangat merayu. Aku merindukan kamu.

Jumat, 24 Mei 2013

Too Sweeties, you.

Secangkir kopi pagi ini terasa begitu legit, sangat panas, enggan untukku tiup lalu kuhabiskan. Seperti cintaku kemarin, masih hangat kurasa, masih ingin ku genggam, enggan untukku habiskan hari ini juga. Berharap ada sisa untuk cinta yg kemarin, dan ingin merasakan legitnya cinta dalam duka. Semua itu tak akan terasa begitu pahit seperti kopi tanpa pemanis, meski tanpa kutambahkan beberapa sendok gula, aku masih merasai legitnya. Sayang sekali jika aku harus menghabiskan kopiku kali ini, Masih ingin merasakan hangat dan legitnya. Namun tanpa sadar aku telah menghabiskan, masih menyisa bubuk kopi hitam. Seperti cintaku kali ini, tanpa sadar aku sudah membiarkan rasa itu pergi. pelan-pelan, namun kepastian untuk benar-benar meninggalkan. dan, legitnya masih terasa, hingga saat ini.

Forefather.

Look at what the forefathers leave for us, can you feel it spirits morning cold and leaf. Wanting and realise about this day.... oh have we learn, hunting of true for what our forefathers leave
Oh Have we learn.... Have we learn.... Have we learn.. have we learn .. From our forefathers Have we change... Have we change... Oh Have we lear.. have we learn from the pain..
Yesterday was that to learn, Tomorrow's day for us to dream and Today is day for us, to live our life... To change for the better.. To change for the better.. To change for the better.. to change for the better.. To change for the better........
Have we learn... from our forefathers I think old too..

Memorabilia.

aku tidak bisa, atau mungkin belum bisa untuk berjalan sendiri diarea ini. Pada setiap persimpangan selalu ada yg mengingatkan memorabiliaku terhadapmu. Aku sendu kembali, aku merasa sendiri. benar-benar sendiri. Merasa rapuh mungkin. Entahlah.. Aku kesal kepada diriku sendiri, mengapa aku rela begitu saja melepaskan kamu.
ini bukan tentang memorabilia tentang kamu. tapi bagaimana aku sanggup untuk tidak lagi mencantumkan namamu disetiap memoribiliaku. yg pasti, aku berusaha lupa. atau mungkin, secara tidak sadar aku sudah melupakan; kamu.

Selasa, 21 Mei 2013

A Reason.

Setauku mencintai tak memerlukan alasan. Karna aku tak pernah tau mengapa aku bisa mencintai kamu. Masih tak bisa lagi menjelaskan alasanku untuk tetap mencintai kamu.
Mencintai tak harus memerlukan beribu alasan untuk mempertahankan, semua itu tumbuh perlahan dan melekat dalam ingatan. sulit untuk didiskripsikan. karna memang, cinta tak membutuhkan alasan
kamu tak pernah bisa menjelaskan mengapa kamu mencintai dia? mengapa kamu mau bertahan kepada seseorang yang jelas-jelas sulit untuk kamu pertahankan? mengapa kamu masih mau menjadi seseorang yang diingini dibanding yang dibutuhkan. kamu tak pernah bisa menjelaskan. ya! sekali lagi. cinta tak membutuhkan alasan. lalu, mengapa masih saja kau pertanyakan?

Sabtu, 18 Mei 2013

Firasat.

Mengapa wanita memiliki daya ingat yang kuat pada firasat mereka? Seperti magis namun ini nyata, apa yg dia rasa seolah terasa, benar-benar terasa begitu saja. Apalagi terhadap lelakinya - hanya saja yang dirasa tak pernah merasa. Tak peduli apalagi peka. Yang mereka tau, tak terjadi apapun. sedangkan wanita selalu mengkhawatirkan lelakinya, tak ingin terjadi apa-apa namun enggan untuk mengatakannya.

Rabu, 15 Mei 2013

Kali Ini Aku Lupa.

Aku masih setia kepada rangkaian kata-kataku, yang kini sedang terpisah kemana-mana, aku tidak bisa untuk merangkainya dari awal. Semuanya kacau, dan aku masih belum bisa merangkainya dari awal. Ingin menyerah namun aku tak ingin kalah dengan frasaku. Mana mungkin aku melupakan segala imagine ku begitu saja, sedangkan rasaku masih terlarut pada frasaku. Semuanya bermakna, dari kata ke kata, pada setiap bait pada frasaku, mana mungkin aku lupa sedangkan rasaku begitu lekat disini.
Namun benar, kali ini aku sangat sulit untuk merangkainya dari awal.

Selasa, 14 Mei 2013

Selamat Pagi, Senja.

Selamat pagi, Senja. Selamat pagi harapan. Selamat pagi kamu. Cintaku tak perlu kau tebak-tebak lagi. Sudah jelas, aku mencintaimu luar biasa; Senja

Perwujudan Sebuah Rasa.

perwujudan sebuah rasa, dari hal yang tidak biasa, menjadi biasa. dari hal yang kurang dirasa, kini semakin dirasa. seperti rindu yang kemarin masih setengah, kini mulai penuh. menjejali ruangan dalam lobus jantung, terasa sesak ingin diungkap! perwujudan sebuah rasa, dari aku kepada kamu. dari yang diam-diam kini menjadi terang-terangan. demi untuk kau ketahui lalu kau rasai. hanya demi itu, sesimple itu namun tetap kuurungkan niat mengungkap, lalu aku ragu. perwujudan sebuah rasa, kini aku yang menyeru! hatiku yang membiru, rasa sesak disini harus segera aku bebaskan. meski pelan-pelan. meski butuh waktu. aku harus lakukan.
karna rasaku sudah mulai menyeruak, partikel-partikel didalam otak sudah mulai memberontak, impuls rasa sudah disampaikan atau bahkan sudah dirasakan, lalu? mengapa masih tak ada jawaban?
sudah enggan untuk menyaksikan perwujudan sebuah rasa, yang terabaikan. meski sudah melalui perantara yang cukup panjang. aku hilang.

Sabtu, 11 Mei 2013

Kembang Gula.

bagaimana aku bisa merasakan manis yang benar-benar legit seperti kembang gula? dari setiap bagian masih saja terasa manis, hingga aku enggan untuk melewatkan setiap bagian dari kembang gula ini. entah mengapa aku begitu mencintai legitnya kembang gula ini. terlihat konyol ketika aku mencari-cari ini, demi merasakan rasa legit beberapa tahun yang lalu. masih sama seperti yang dulu, legitnya, warna soft yang mmbuat aku menyukai ini. aku sangat menyukai ini; kembang gula.

Jumat, 10 Mei 2013

----------

kalau belum jatuh, mana mungkin kamu bisa tau rasanya sakit. lalu, bagaimana kamu tau caranya untuk bangkit? :)

Hujan

Ini bukan perihal bagaimana sendunya aku ketika hujan turun. merasa jika hujan tak pernah adil, aku dibasahi dengan beribu tetesan air. aku ingin seperti hujan, datangnya beramai-ramai. membuat aroma yang khas jika mengenai tanah. Dinginnya memberikan kesejukan tersendiri, tak ingin berhenti. jangan berhenti disini, aku masih ingin merasai kesejukan udara ketika hujan tiba. menanti pelangi jika hujan telah reda. tapi jangan sekarang, aku masih ingin merasaimu lagi.

Mengenang Senja di Pinggir Kota

“Hey, mengapa kamu melamun? Seperti tak ada kerjaan lain. Make a move girl.” Sahut Juno yang entah kapan datangnya, aku tak melihatnya tadi. Aku hanya tersenyum, pikiran ini masih terpaku kepada senja sore itu. Begitu menyejukkan dengan hembusan angin, langit yang tak pernah bosan memberikan keeksotisannya, membuatku benar-benar jatuh cinta kepada senja. Aku tak pernah lelah untuk melewatkan senjaku sendirian. Ya! Semenjak hubunganku dengan Krisna berakhir aku memutuskan untuk tetap menjalani hariku sendirian, menyakitkan memang. Harus merelakan lelaki sebaik dia, tanpa alasan yang jelas dia memutuskan. Tanpa sepatah katapun lalu aku meg-iya-kan untuk berakhir. “Tak ada yang salah ketika kamu menjadi seperti ini, menjelma menjadi perempuan pendiam, lebih sering mencari kesibukan. Dan aku tak akan pernah lelah untuk menemani kamu”. Juno menyambung lagi. “Aku masih tak mengeri, mengapa sesakit ini, rasaku belum sepenuhnya pulih. Sudah seperti ini lagi” jawabku. “Dia mempunyai alasan yang lain, mengapa harus mengakhiri ini semua. Dan kamu harus menerima. Lambat laun kamu akan mengerti tanpa ada alasan yang harus dijelaskan lebih dan lebih.” Kata Juno. Sedikit membuatku mengerti, aku terdiam kembali. “Kamu mau disini sampai jam berapa, sudah petang. Senja sudah enggan untuk kau pandangi, dia bosan meihatmu menangis setiap hari. Pulanglah, mukenamu minta untuk kau kenakan, mintalah kepada Tuhan pikiran yang lebih tenang.” Nasehat Juno. “iya, aku akan pulang. 5/10 menit lagi mungkin. Aku masih ingin disini.” jawabku. “baiklah, aku akan meninggalkan kamu sendirian.” Lalu Juno pergi dan meninggalkan segelas mocacinno kesukanku disampingku. Ya, dia tahu bagaimana aku bisa menghilangkan segala kepenatanku. Dia tahu apapun yang menjadi favoriteku, mulai dari makanan kesukaanku, film favoriteku, lagu yang paling sering aku putar dan aku nyanyikan pelan-pelan di mobilnya. Seperti mocacinno ini, setiap malampasti aku meluangkan waktu untuk menulis dan tak pernah meninggalkan canduku yang satu ini. 10menit pun berlalu, aku bergegas pulang dan membawa segelas mocacinno yang masih ada setengah gelas. Masih terasa hangat, dan masih belum rela aku buang. Seperti cintaku kepada Khrisna, aku masih ingin meneruskan ceritaku bersama dia, masih belum rela jika aku melepasnya. Namun keadaan sudah membuatku tak ada daya lagi. Dan akupun menyerah. Sampai dirumah, aku bergegas mandi, mengambil air wudhu dan aku segera sholat. Sama seperti malam-malam kemarin, aku masih tetap mendo’akan Khrisna, tak pernah absen untuk bercerita tentangnya kepada Tuhan. -------------------- Malam ini terasa begitu dingin, ku ambil laptopku. Lalu aku meneruskan cerpen untuk blogku. Masih saja aku menulis tentang hidupku sendiri, terlalu banyak komentar yang langsung ku dengar, membuatku tersenyum. Entah aku harus senang atau menangis, yang jelas aku enggan untuk terlarut dalam sedihku. Ku buka handphone, masih saja kusimpan pesan-pesan singkat Khrisna. Masih saja aku usil untuk membacanya. Sangat klasik memang, jika aku menangis mengingatnya. Ah, apa yang slah denganku ini. Mengapa harus berakhir seperti ini. sudahlah. Aku sudah lelah, mataku sangat berat jika haus tak tidur lagi. Aku butuh istirahat. Beberapa hari ini aku menjadi egois, tak memikirkan keadaanku sendiri. Makan tak teratur, apalagi tidur. Ah, tolol!
yang jelas, hari ini aku puas menikmati senjaku,masih setia tanpa kamu disisi. tak seperti beberapa bulan yang lalu. aku tak akan pernah bosan kepada senjaku.

Selasa, 07 Mei 2013

Kaepada Kamau Penuh Dengan Kebencian.

Kepada kamu, Dengan penuh kebencian. Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar. Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya? Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri? Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja. Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa. Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.” Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu. Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan… aku takut sendirian. — *Tulisan ini terdapat dalam buku Kepada Cinta (Gagasmedia, 2009), buku kumpulan surat cinta dari berbagai macam penulis. Selain memuat 25 cinta para pemenang Sayembara Menulis Surat Cinta GagasMedia 2008, ada juga surat cinta dari Adhitya Mulya, Christian Simamora, Andi Eriawan, Ita Sembiring dan penulis lainnya. Gue nulis surat ini dari tahun lalu, eh baru inget pas ada beberapa orang yang nulis ini di notes mereka di Facebook. Gue taro sini deh.

~

jika aku putih, kamu memilih hitam menjadi dominan untuk beberapa waktu, atau mungkin tak terhitung berapa lama. jika aku mencintai senja, kau lebih mencintai malam. lalu kau memaksa aku untuk lebih mencintai malam. akupun menjadi seperti kamu. aku begitu mencintai malamku, karna kamu. ya! ada banyak alasan mengapa aku mencintai apa yg paling aku benci di dalam hidupmu. kita berbeda, tapi kau masih saja membuatku seakan sama denganmu. lalu pelan-pelan aku mulai merasai apa yg ada di diri kamu. kamu tau, aku lebih mencintai senja, amat sangat mencintai senja. kau tak pernah memaksaku membenci senjaku. lalu kau mulai mengikutiku untuk mulai mencintai senja, kau melakukan hal yang sama seperti aku; mencintai apa yang paling kau benci di dalam hidupmu. lalu kita merasai hal yang sama lagi. ya! kita seakan sama, tanpa sekat lagi. kita satu, bukan hanya aku dan kamu. melainkan kita. ya! aku mencintai kamu, segala hal yang ku benci menjadi kucintai dan itu kamu.

(titik)

aku ingin menjadi titik di setiap frasemu, pada setiap langkahmu. menjadi penutup dari segala jeda, lalu koma. atau apalah yang menjadi penghubung, entah sampai kapan akan menunggu titik itu benar-benar menjadi titik. aku masih menunggu itu. terkadang kamu melupakan dimana kamu harus berhenti, lalu kamu masih mencari. mencari dan masih saja mencari, sedangkan titik masih saja menunggu kamu lelah lalu berhenti; tak berjalan lagi. harus lebih sabar menjadi titik, sesabarnya rasa sabar itu sendiri. yang jelas sabarku untukkmu tak pernah menemui titik.aku harap begitu. taukah kamu mengapa aku selalu berusaha menjadi titikmu? karna aku hanya ingin menjadi penutup dari segala perjalananmu. dari segala persinggahanmu sebelum aku. lalu kamu mulai bisa merasakan aku ini benar-benar membuatmu nyaman lalu tetap tinggal(titik)

Rabu, 06 Februari 2013

seperti kamu, yang selalu menjadi udaraku.

seperti kamu yang menjadi udaraku, tanpa kau aku tak mampu hidup. mana mungkin aku bernafas tanpa udara: kamu. masih saja kamu yang bertiup lirih disetiap langkahku, menjadi pendingin di setiap amarahku. tanpa pernah kau mengeluarkan kata-kata bencimu karna amarahku. harus kau lagi yang ikut andil dalam setiap kehidupanku, kau adalah alasan ku untuk semua ini. mempercayai cinta. bertahan kepada kau yang memang harus ku pertahankan. peluk, cium. L.

Rabu, 16 Januari 2013

dear my beloved, lucky.

untuk lucky. entah aku harus memulainya dari mana, aku tak pernah tahu kapan aku mulai memiliki rasa yang begitu aneh, selalu menunggu kamu ada di handphoneku,terlihat konyol, menanyakan sesuatu yang kuanggap itu tak perlu, anmun ketika kau tak menanyakaan, aku yang ragu. kamu, tiba-tiba memberi kenyamanan yang selalu kuharapkan, kenyamanan yang lama tak pernah kudapat. kenyamanan yang mulai memaksaku merindu kekita kau tak disampingku.
aku mulai merasai kamu
iya, kamu. tak pernah kurasa rindu yang mendesir begitu deras. disini. dialiran darahku yang selalu memompa darahnya kejantung, hingga seluruh tubuhku merasakan, aku rindu. untuk lucky.

menggenggam duri dalm rindu.

masih saja kugenggam duri dalam rinduku, untuk kamu yang masih saja memaksaku untuk merindu. mencintaimu yang berlebih hingga luka yang berlebih aku raih. namun aku rindu. demi kamu yang masih kugenggam, meski kau seperti duri yang selalu saja membuatku luka. semakin kugenggam semakin kau menyakitiku. hingga berdarah-darah, namun aku rindu.apa lagi yang harus aku perbuat? aku tak akan pernah tahu. karna sejatinya aku menggenggam duri dalam rinduku.

Minggu, 06 Januari 2013

Masihkah kau seperti yg dulu: senja?

Mentari. Kita hanyalah makhluk kecil diantara beribu sinar yg dipancarkannya, seperti pengharapan selalu saja datang dan menawarkan ribuan keindahan, namun ketika semua itu tiada tercapai hanyalah satu yg kita peroleh, ya! Kecewa. Tak ada kata lain selain kecewa. Kita terluka? Pasti. Hanya saja kita dituntut pandai untuk menutupinya.
Senja, tanpa warna, kelam, seperti yg lalu. Kelabu!
Malam, begitu kunanti, karna malam selalu menghadirkan sejuta kerinduanku kepada adam. Jauh, tak mampu ku jangkau, tak mampu kupandang, apalagi kusentuh; kukecup, seperti malam-malam sebelumnya. Malampun turut menjadi kelam. Pagi menjelang, kutetap terjaga. Menanti sang adam memberi kabar. Meskipun melalui sebuah khayalan. Terlalu indah mengkhayal hingga aku lupa bagaimana harusnya aku mendarat. Karan khayalanku sudah terbang begitu jauh; sejauh kita. Terpisahkan pulau, terpisahkan hati pula. Kita pun sebenarnya sudah tiada. Hanya aku saja yg masih mengenang. Hujan yang semakin deras membuyarkan lamunanku yang begitu sendu, tak ada alasan yang pasti mengapa aku menjadi sesendu ini. Aku rindu atau? Entahlah, yang jelas aku hanya ingin mengingat betapa manisnya kisah cintaku dulu. -
Powered By Blogger