porsi dan posisiku sudah diskenariokan. kita hanya pemeran, tak perlu menebak-nebak masa depan, jalani saja hari ini.
Senin, 04 November 2013
:)
suatu ketika saya dihadapkan pada ketidakberdayaan, dimana saya harus benar-benar mengikhlaskan lelaki yang telah saya jatuhi rasa begitu banyaknya. lelaki yang telah membuat saya jatuh hati, entah dilihat dari mana. tak perlu membutuhkan waktu lama untuk membuat saya jatuh hati kepadanya; yang jelas-jelas mampu menenangkan hati saya, cukup duduk disampingnya dan bercengkrama tentang hal-hal yang bisa menjadi kesehariannya yang berubah menjadi titik terfavorite saya untuk meng’iya’kan apapun dari setiap tutur katanya.
dari segala keikhlasan, berat untuk merelakan. dari segala ketakutan, saya enggan untuk kehilangan.
------
jika aku putih, kamu memilih hitam menjadi dominan untuk beberapa waktu, atau mungkin tak terhitung berapa lama.
jika aku mencintai senja, kau lebih mencintai malam. lalu kau memaksa aku untuk lebih mencintai malam. akupun menjadi seperti kamu. aku begitu mencintai malamku, karna kamu. ya! ada banyak alasan mengapa aku mencintai apa yg paling aku benci di dalam hidupmu.
kita berbeda, tapi kau masih saja membuatku seakan sama denganmu. lalu pelan-pelan aku mulai merasai apa yg ada di diri kamu.
kamu tau, aku lebih mencintai senja, amat sangat mencintai senja. kau tak pernah memaksaku membenci senjaku. lalu kau mulai mengikutiku untuk mulai mencintai senja, kau melakukan hal yang sama seperti aku; mencintai apa yang paling kau benci di dalam hidupmu. lalu kita merasai hal yang sama lagi. ya! kita seakan sama, tanpa sekat lagi. kita satu, bukan hanya aku dan kamu. melainkan kita. ya! aku mencintai kamu, segala hal yang ku benci menjadi kucintai dan itu kamu.
Langganan:
Postingan (Atom)
