Hari ini aku melihat ada seorang anak kecil, dia mendapatkan perhatian yang menurutku berlebihan. Ya, dia memang memiliki kekurangan, dia tak seperti anak-anak lain. Yang memiliki fisik sempurna, mental yang seperti manusia normal lainnya. Tak seharusnya dia diperlakukan seperti itu, karna bisa jadi dia terdiskriminsi dengan perhatian yang berlebihan.
Namun anak ini berbeda, dia memang belum merasa jika dirinya berbeda dengan yang lain, dan aku selalu berharap dia akan merasa seperti itu kelak. Karna autis bukan sebutan untuk sebuah anak seperti dia, lihat semangatnya! Masih mau tersenyam lalu menyapaku pagi itu, masih mau menyebutkan namanya yang kebetulan sama dengan namaku; intan! dia tidak mengeluh dengan keadaannya, dia sangat ceria, dia mau bermain lalu bercerita apa yang terjadi dihari kemarin, lalu dia menangis entah karna apa... Dia berteriak, minta untuk pulang, dan teriakannya membuatku tak tega, ingin menagis tapi aku takut jika tangisanku nanti akan membuatnya takut. Aku yang seperti ini selalu mengeluh, masih saja terus mengeluh hingga detik ini. Berusaha untuk membuka mata, hati, aku belajar dari intan, dia memiliki semangat yang seharusnya membuatku semakin semangat lagi. Dia mampu membuktikan bahwa dia tak pantas untuk dijadikan objek setiap kelakuan manusia normal yang melakukan kegiatan yg dia lakukan sehari-hari. Ya, jangan jadikan autis sebagai objek, dia sama seperti kita. Dia manusia, kita manusia. Kita semua sama, Respect - Intan. Intan. :)