Kamis, 20 Juni 2013

Semoga tidak kamu lagi.

Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia, bukan karna aku tidak ingin kamu bahagia, melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu. Itu menyakitkan. Seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar. Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk. Supaya aku dapat melihat Tuhan memakaikan kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan. Sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemuliaan buatku bangkit. Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu, mengelilingi tubuhku, dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku. Ada satu hal yang sampai hari ini masih masih membuat aku bangga menjadi aku, yaitu karena aku mampu terima kamu apa adanya. Aku meminta ampun kepada Tuhan, sebab aku pernah berharap kalau suatu saat, ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu, aku ingin tidak lagi menginjak bumi. Sebab hidup terasa bagaikan dinding yang dingin. Aku harus menjadi paku. Kamu yang bagai lukisan dan cinta itu palunya. Memukul aku, memukul aku, dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat. Pada akhirnya, semoga tidak kamu lagi yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas.
Zarry Hendrik

Selasa, 11 Juni 2013

Hiding My Heart~

I wish I could lay down beside you when the day is done...
Ya, lebih dari yang kuingin, aku hanya membutuhkanmu, dalam setiap langkahku, aku membutuhkan kamu untuk setia menemaniku, menggandeng tanganku, menggenggam erat jari-jariku. lalu kamu masih beriringan denganku, Tanpa ada kalimat "aku harus melangkah dahulu, selangkah lebih awal darimu", atau mungkin membiarkanku untuk melangkah sendirian. Aku membenci itu.
And wake up to your face against the morning sun but like everything I've ever known, you'll disappear one day so I'll spend my whole life hiding my heart away...
ketika mata ini terbuka, aku yang beberapa menit yang lalu masih terlelap dalam buaian mimpi, masih menginginkan ciuman selamat pagi darimu... karna kamu adalah elegiku, kamu lebih dari setiap titik-titik semangatku, kamu... Kamu lebih dari segala yang aku mau, Kamu.. Kamu.. dan Hanya kamu. Sudah kuanggap sebagai keberuntunganku. Dari setiap pagi hingga malam menjelang, aku ingin memeluk kamu, tanpa pernah lelah mengucapkan kata rindu, yang mungkin kau anggap sendu, namun aku rindu ini masih saja menyisa meski aku bersama kamu.

Memoriabilia. #2nd

Aku akan menyisakan waktuku untuk memungut memoar tentang kita... Semua tantang kita, tanpa ada satupun yang tersisa, lalu ku tempatkan dalam sebuah wadah, khusus untuk kamu. Aku ingin memungut segalanya yang tercecer kemarin, yang belum sempat terjamah, hingga kini. Segala rasa; suka, duka, yang telah menjadi satu kesatuan. Sudah tidak dapat terpisahkan. Aku ingin menciptakan rasa yang kemarin sempat hilang, pelan-pelan kembali. Dan kini menciptakan rasa lama yang masih kurindukan. Sweetable but it's hurt. Waiting for nothing; tanpa kepastian. semua memoar masih begitu terasa. Sungguh, sulit untuk memecah segala rasa benci lalu menyayang kembali. Aku masih saja merasakan kamu, disetiap hentakan langkahku. Sendirian, tanpa kamu.

Minggu, 09 Juni 2013

Melihat Hujan dari Jendela.

Aku mencintai hujan, tak lebih dari aku mencintai kamu. Sebanding ketika hujan dapat memunculkan pelangi, dan kamu selalu memunculkan tawa yang berlebih dan tak dapat kusangka bagaimana nantinya setelah tawa berlalu. Tak ada yg bisa menebak apa yang akan kau lakukan nanti, setelah kita tertawa lalu diam tanpa sapa dan.... Entahlah... Hampir sepertiga lagu ini menemaniku menanti hujan reda, dan masih belum juga reda setelah beberapa lagu kuputar.. aku tak pernah bosan untuk menikmati hujan bersama lagu sendu, aku menikmati. masih mau menikmati dan belum mau meninggalkan kamarku kali ini... Aku mencintai hujan, lalu aku meluhat hujan dari jendela; aku mencintai kau lebih dari bberapa rasa. mulai dari asam hingga pahit, aku masih saja mencintai kamu. dan hujan selalu menemani aku yang kini telah melepaskan kamu..

I'm Super Child!

Hari ini aku melihat ada seorang anak kecil, dia mendapatkan perhatian yang menurutku berlebihan. Ya, dia memang memiliki kekurangan, dia tak seperti anak-anak lain. Yang memiliki fisik sempurna, mental yang seperti manusia normal lainnya. Tak seharusnya dia diperlakukan seperti itu, karna bisa jadi dia terdiskriminsi dengan perhatian yang berlebihan. Namun anak ini berbeda, dia memang belum merasa jika dirinya berbeda dengan yang lain, dan aku selalu berharap dia akan merasa seperti itu kelak. Karna autis bukan sebutan untuk sebuah anak seperti dia, lihat semangatnya! Masih mau tersenyam lalu menyapaku pagi itu, masih mau menyebutkan namanya yang kebetulan sama dengan namaku; intan! dia tidak mengeluh dengan keadaannya, dia sangat ceria, dia mau bermain lalu bercerita apa yang terjadi dihari kemarin, lalu dia menangis entah karna apa... Dia berteriak, minta untuk pulang, dan teriakannya membuatku tak tega, ingin menagis tapi aku takut jika tangisanku nanti akan membuatnya takut. Aku yang seperti ini selalu mengeluh, masih saja terus mengeluh hingga detik ini. Berusaha untuk membuka mata, hati, aku belajar dari intan, dia memiliki semangat yang seharusnya membuatku semakin semangat lagi. Dia mampu membuktikan bahwa dia tak pantas untuk dijadikan objek setiap kelakuan manusia normal yang melakukan kegiatan yg dia lakukan sehari-hari. Ya, jangan jadikan autis sebagai objek, dia sama seperti kita. Dia manusia, kita manusia. Kita semua sama, Respect - Intan. Intan. :)

A Short Messages. #Day's2

34 jam yang lalu jelas-jelas aku mendapatkan pesan singkat darimu. Tetap masih sama seperti yang dulu, masih mempersingkat setiap font, masih bermakna yang sama. Malam itu kau mengirimkan pesan singkat yang sudah lama tak kudapat darimu. "Selamat malam, selamat tidur ya :) semoga mimpi indah?", lalu kubalas singkat, "aku belum tidur" dan conversation kita berlanjut hingga pukul satu pagi. itupun belum sampai pukul 1, kamu sudah hilang lagi.
Sempat kamu menuliskan tentang perasaanmu sekarang, dan aku masih saja kesulitan untuk menebak apa maksud dari setiap kata-katamu. Kubaca hingga pukul 2 pagi, mata masih berlum terpejam dan berharap satu balasan lagi. Namun nihil, tak ada hingga sekarang.
Ya, kali ini aku merasakan rindu. Sejak sekian lama hilang komunikasi, lalu kau kembali menyampaikan rasa yang mungkin sudah hilang kemarin, namun kini tak ada rasa sungkan untuk datang lagi. Aku tak ingin berharap lebih, Karna aku tak ingin merasakan sakit yang berlebih pula. Aku tak mau hyperbola dalam mengartikan segala diksi dari beberapa pesan singkatmu kemarin, namun harapan? Masih saja menyisa hingga saat ini...

Jumat, 07 Juni 2013

#Day's1. Sepenggal Frasa Menuju Rumah.

Hari ini sebenarnya aku enggan untuk mengingatmu, namun ada saja hal-hal yang mengingatkan ku kepada kamu, dari hal yang secara tidak sengaja kulihat diperjalanan menuju rumah; aku mengingatmu. Dari melihat ada seorang anak laki-laki bersama dengan anak perempuan yang berjalan berdua, saling menggandeng, lalu aku teringat kembali ketika kita selalu menggenggam tangan sepanjang jalan. Kamu tak pernah melepaskan, meskipun kamu sedang berada di tempat ramai, Dan aku merindukan itu... Ketika dilampu merah, aku tak sengaja menembangkan lagu kita, a bittersweet of memories, dan aku mulai merasai kamu; piluku menjelma menjadi rindu. Lalu segera ku hentikan tembangku, berusaha untuk tak mengingat setitikpun tentang kamu. Baru beberapa menit berlalu, aku melewati tempat makan yang biasa kita datangi, yang sudah menjadi tempat favorite kita dan kini? kita tak punya waktu untuk kembali kesana, untuk beberapa lama, aku tak paham itu... yang jelas aku rindu, bagaimana lahapnya kamu memakan makanan favorite kamu, tak pernah fokus dengan segala perkataanku, dan... kamu masih saja sibuk dengan makanan kamu... ah, apa lagi ini? semua hal sederhana saja mampu mengingatkanku kepada kamu. bagaimana jika? ...ahm sudahlah.. beberapa hal yang pahitpun tersa begitu manis ketika aku mengingat tentang kamu, aku masih ridu...

#30hari Suratku kepada Kamu.

ini frasa pertamaku, dimana aku akan menuliskan semua hal yang mengingatkan ku tentang kamu, hinga aku bisa lupa. meskipun perlahan, aku bisa.

Dan kutipan surat dari Rey untuk Ayesha:

Aku tidak pernah mampu mendefinisikan bagaimana sejatinya bahagia itu, ketika aku tidak menemukan setiap waktu yang kugenggam adalah bersamamu.
Aku merasaimu dalam diam, lebih dari satu windu yang semakin membiru ketika aku tahu, kamu ada dalam imaji nalar bagian lain yang bersebrangan dengan setiap pikirku
Aku mencintaimu. Hanya itu. Tidak pernah ada alasan terbaik untuk kita jatuh cinta pada seseorang. Aku pun tidak. -chiffon cake. karin pradita-

Kamu Tahu, Seberapa Nyamannya Aku Ketika Bersama Kamu.

Kamu Tahu, Seberapa Nyamannya Aku Ketika Bersama Kamu. Lebih dari rasa suka apapun, aku enggan untuk pergi dari kamu, aku merasa begitu nyaman ketika berada bersama denganmu. Kamu tahu, aku selalu menceritakan apa saja kepada kamu, mulai hari hal yg tidak penting hingga hal yang membuat kita berdua terdiam lalu tiba-tiba tertawa kembali. Dan aku rindu itu..
Kamu Tahu, Seberapa Nyamannya Aku Ketika Bersama Kamu. Mulai ketika aku menceritakan hal-hal yang membuatmu tanpa celah, hingga hal konyol yang membuatmu terlihat bodoh, namun aku tak mempedulikan itu. Aku masih tetap melihatmu tanpa goresan sedikitpun, ibarat pahatan yang begitu sempurna dari setiap guratan, lalu ku jadikan yang tersayang. Begitu pula dengan engkau.
Kamu Tahu, Seberapa Nyamannya Aku Ketika Bersama Kamu. Ketika kita sedang berdua diam-diam merasai segala hal yang kita rasa dahulu, beberapa tahun silam, masih tetap terngiang di dalam ingatan. Begitu kuat, hingga kini masih tetap terasa bagiku. Entah bagaimana denganmu. Yang jelas, aku masih tetap merasakan kenyamanan itu dulu, yang kini tak akan lagi kembali seperti dulu, dimana aku merasakan nyamannya bahu kamu.

Senin, 03 Juni 2013

Rindu.

Mengapa akhir ini selalu tak tenang? Selalu saja bayangmu ada disetiap kaki ini berpijak; tak bisa untuk jauh dari dirimu slalu saja ada bayangmu disetiap nafas ini berhembus
Biarlah aku merasakan rasa rindu tuk berjumpa denganmu meski tak bisa ku genggam tanganmu. Itu semua takkan mengubah rasa cintaku...
Sering kuucapkan rindu tak pernah ada jawaban sampai matipun aku tetap merindu, jika kau tanya mengapa rinduku setengah mati karena bahagiaku hanya denganmu...
"Meltic-Rindu"

Trouble.

Ini bukan kesekian kalinya aku menjadi seperti ini, benar-benar tak mau untuk diganggu lalu memilih sendiri, atau lebih tepatnya menjauh dari realita. Aku hanya bosan, untuk beberapa saat. Aku acuh, namun banyak sekali yang mempedulikan. Aku peduli, malah aku yang diacuhkan.
Powered By Blogger