Terpujilah Kesendirianmu.
Banyak makna dibalik cintaku, tetapi tidak semua mengerti akan hal ini. Cintaku terasa berbahaya tetapi aku membutuhkannya. Seperti peselancar membutuhkan ombak, seperti pendaki membutuhkan tebing, mungkin lebih dari pada itu. Aku seperti menempatkan hati jauh dari kasat mata yang gemar memicing licik, yaitu mereka; yang menganggap remeh rindu yang takkan menyaut ini. Bagaimana harus menyuarakan kerinduan yang setidaknya mampu menggema di dalam kepalamu. Semoga suatu har kau akan mengerti, dan mungkin itu sesaat setelah kau tercengang. Akulah cinta yang tersembunyi, nafaskupun tidak berbunyi, hanya kau simpan didalam sunyi. Demikian apa yang aku tulis, terpujilah kesendirianmu.
Zarry Hendrik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar